TRANSLATE

Tampilkan postingan dengan label Igneous Class Geography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Igneous Class Geography. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Mei 2010

Mount Roraima, Gunung Datar Terbesar di Dunia

Mount Roraima merupakan tempat luar biasa yang indah yang ada di negara Venezuela. Gunung batu ini berbentuk unik karena seperti datar seperti permukaan meja yang berada di awan. Tingginya 400 meter. Satu satunya cara untuk mencapai puncak atap meja itu adalah dengan memanjat jalur tangga yang memang sudah disediakan pemerintah Venezuela. Cara lain yang tidak disarankan adalah yang biasa dilakukan para pemanjat tebing. Di sana hujan nyaris turun setiap hari, menghanyutkan tanaman tanaman menjalar yang berada di atas atap. Walhasil, atap gunung itu menjadi unik, karena bersih dari apapun datar seperti permukaan meja.
Mount Roraima
Gunung Roraima mulai terkenal pada tahun 1912 ketika Sir Arthur Conan Doyle-menulis novel fiksi yang berjudul The Lost World. dia melakuan pendakian ke gunung Roraima-untuk melakukan eksplorasi dalam riset pencarian spesies tanaman prasejarah dan dinosaurus yang diyakini hidup terisolasi dan tidak berubah selama jutaan tahun di puncak gunung.

Conan-Doyle diilhami oleh ahli botani Inggris Everard Im Thurn yang pada 18 Desember 1884 dengan Harry Perkins, mereka merupakan orang pertama yang mencapai puncak Gunung Roraima. Im Thurn dan Perkins bukan orang Eropa pertama yang melihat Gunung Roraima, orang pertama eropa yang melihatnya adalah seorang penjelajah Jerman Robert Schomburgk yang seorang ilmuwan yang penjelajah daerah Britains Royal Society pada 1838.

menyampaikan ceramah dalam ekspedisi nya yang ketika itu dihadiri Conan-Doyle. yang kemudian mengilhaminya untuk melakukan penjelajahan ke gunung roraima

Im Thurn dan Perkins mendaki Gunung Roraima dari tenggara dengan apa yang sekarang disebut Im Thurn rute, satu-satunya cara termudah untuk mencapai puncak. dalam ekspedisiNya Im Thurn harus berjuang menempuh jarak ratusan kilometer juga melewati sungai dan hutan-hutan liar beserta binatang buas yang berbahaya.

Setelah Im Thurn dan Perkins, banyak ekspedisi ilmiah Inggris yang datang untuk mengumpulkan dan melakukan penelitian mengenai flora dan fauna aneh yang ada di gunung roraima dan menghasilkan banyak spesies baru yang ada di sana. dan gunung ini sudah ditetapkan dalam daftar situs warisan dunia. (forumbebas.com)


Gunung Roraima
READ MORE - Mount Roraima, Gunung Datar Terbesar di Dunia

Selasa, 27 April 2010

Letusan Gunung Tambora Bakal Terulang

Letusan Gunung Tambora di Sumbawa April 1815 menyebabkan malapetaka hebat hingga ke Eropa. Apakah letusan terhebat yang mengirim abu hingga seluruh dunia itu bisa terjadi lagi? Jawaban ya!
Letusan Gunung Tambora menewaskan 92 ribu orang dan mengirim abu hingga ribuan mil jauhnya. Letusan di Sumbawa itu bahkan membawa dampak besar bagi sejarah di Eropa. Tahun 1816 dikenal dengan sebutan “tahun tanpa musim panas” setelah abu beredar di seluruh dunia dan menghalangi sinar matahari.
Kelaparan, penyakit, dan kemiskinan menyebar di sepanjang Eropa dan utara Amerika. Sementara Italia mendapatkan salju merah secara teratur, yang disebabkan abu vulkanis. Lukisan matahari terbenam yang dramatis pada masa itu juga terinspirasi letusan ini. Letusan Tambora memiliki skala VEI yang menurut ilmuwan hanya terjadi sekali dalam 1,000 tahun.
Lalu setelah tidur lebih dari 1.600 tahun, apakah gunung ini akan kembali memuntahkan kedahsyatannya? Menurut ahli geologi ITB Rudi Rubyandini, Tambora merupakan gunung api yang masih aktif dan memiliki kesempatan yang cukup besar untuk meletus kembali, meskipun kapan terjadinya tidak dapat dipastikan.
“Sebagian besar ahli melihat siklus. 100 hingga 150 tahun untuk Krakatau atau Galunggung. Lalu 200 hingga 300 tahun bagi Semeru. Kalau untuk Tambora sendiri, ini masih gunung api aktif, jadi masih punya kesempatan cukup tinggi untuk meletus lagi. Tapi untuk pastinya kapan belum dapat diketahui,” ujarnya saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (23/4).
Menurut Rudi, letusan gunung Tambora di 1815 telah mengeluarkan energi yang begitu besar. Oleh karena itu butuh waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan energi kembali.
Meskipun saat ini tidak tampak aktivitas signifikan dari Tambora, namun hal itu masih harus diwaspadai. “Sebenarnya yang tidak banyak aktivitas itu yang kemungkinan akan mengeluarkan letusan begitu besar, karena gunung tersebut menyimpan energi tanpa dikeluarkan. Energi magma yang mereka simpan jadi besar,” katanya.
Rudi mengambil contoh peristiwa Tangkuban Perahu, 20 tahun silam. Gunung itu sebelumnya tidak tampak terlihat ada aktivitas namun tetap saja terjadi letusan.
“Padahal tidak ada yang mengira soal Tangkuban Perahu ini. Meskipun kita telah memiliki seismograf yang dapat mengukur getaran sebagai tanda bahaya, namun tetap saja kita tidak boleh meremehkan gunung api aktif yang sudah lama tidak beraktivitas, karena sebenarnya mereka sedang menyimpan energi,” kata Rudi.
Kemungkinan Tambora untuk aktif kembali juga diyakini Andri Slamet Subandrio, dosen geologi bebatuan ITB. “Pada dasarnya Gunung Tambora adalah gunung aktif. Oleh karena itu, sampai sekarang masih dipantau Direktorat Vulkanologi bagian mitigasi bencana. Namun masalahnya, belum ada teknologi apapun yang dapat memastikan dengan jelas kapan sebuah gunung akan meletus,” ujarnya.
Namun menurut Andri, untuk gunung besar semacam Tambora, butuh waktu yang cukup panjang untuk meletus setelah sebelumnya terjadi letusan besar. “Ini bisa sampai puluhan atau ratusan tahun lagi,” imbuhnya.
Adri menjelaskan hal itu karena pengumpulan energi gunung api dari pergerakan magma di mantel bumi pada dasarnya lambat. Belum lagi jika terjadi bocoran energi ke gunung di sekitarnya, maka akan butuh waktu yang semakin lama, katanya.
Namun Andri juga menegaskan bahwa siklus tidak dapat dipastikan sebagai patokan utama. “Contohnya di 2002. Di Jawa Barat, awalnya yang diamati adalah Gunung Guntur, tapi ternyata Gunung Papandayan. Padahal sebelumnya banyak yang mengira gunung ini telah berada di masa istirahat karena masuk di fase vumarol di mana muncul sumber panas di bagian permukaan,” jelas Andri.
Andri menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah gunung yang paling banyak di Dunia. Indonesia memiliki 425 gunung api dimana 125 di antaranya adalah gunung aktif yang tersebar sepanjang pulau Sumatera, Jawa hingga pulau Banda.
Indonesia terletak di zona penunjaman lempeng samudera dari wilayah utara Sumatera, terus ke Jawa, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat hingga ke Banda. Tidak hanya itu, Indonesia juga memiliki palung laut dalam di mulai dari ujung Sumatera hingga banda. “Wilayah geologis Indonesia memang sangat potensial untuk terbentuknya gunung api,” jelas Andri.
Rudi mengatakan keberadaan gunung berapi patut disyukuri. Gunung api berfungsi sebagai sumber air, emas, perak, besi, granit serta sebagai sumber panas bumi. Tidak hanya itu, bagi pertanian sangat berfungsi karena menyebabkan tingginya kandungan hara serta temperatur yang dingin di mana cocok bagi pertumbuhan tanaman.
from : inilah.com
READ MORE - Letusan Gunung Tambora Bakal Terulang

Kamis, 15 April 2010

HOT NEWS : LUBANG ANGIN TERDALAM DI DUNIA.......!!!!!!!



Peneliti bawah laut menemukan lubang angin hidrotermal terdalam di dunia. Lubang di Karibia itu juga cerobong dasar laut terpanas yang pernah ditemukan.

Black Smoker adalah nama yang diberikan untuk cara memuntahkan besi sulfida yang berwarna hitam terletak 5 kilometer di kedalaman Palung Cayman di Karibia.

Di lain pihak, Black Smoker adalah lubang udara bawah laut terpanas. White Smoker adalah yang lebih dingin dan lebih banyak mengandung komponen yang membuat warna menjadi putih.

Sebelumnya lubang udara yang diketahui sebagai paling dalam ditemukan 4,2 kilometer di bawah laut.

“Rasanya seperti mengembara di dunia lain,” ujar geolog Bramley Murton dari National Oceanography Center (NOC) dari Southhampton, pilot dari kendaraan bawah laut HyBIS yang merekam lubang udara Karibia.

“Warna pelangi datang dari puncak mineral dan pijar biru dari lapisan mikro yang menutupi belum saya lihat sebelumnya.”

Seperti penemuan terbaru, lubang angin kebanyakam ditemukan sepanjang punggung Mid-Ocean, yang merupakan rantai pegunungan yang mengelilingi bumi seperti pelipir pada baseball.

Lempeng bumi raksasa sering bergerak terpisah untuk menciptakan retakan di mana lava dapat membuat jalan ke permukaan. Lubang angin pertama ditemukan pada tahun 1977 di Retakan Galapagos, lepas pantai Ekuador.

Kelihatannya semburan air panas dari ventilasi merupakan tanda bahaya bagi bentuk kehidupan apapun.

Tapi ternyata makhluk mirip “alien” yang dapat menahan panas dan tekanan menyesakkan berkembang di sana. Sebagai contoh, lubang udara di Samudera Pasifik diketahui penuh dengan cacing tuber dan kerang raksasa, sedangkan varietas Atlantik biasanya rumah bagi udang tanpa mata dan penduduk ekstrim lainnya.

Pada bagian bawah yang 500 kali tekanan atmosfer normal menjadi setara dengan berat sebuah mobil keluarga besar yang menekan setiap inci dari makhluk yang tinggal di sana, kata para peneliti.

Selain kendaraan HyBIS, para peneliti menggunakan robot kapal selam disebut Autosub6000 untuk survei dasar laut di Palung Cayman.

Selanjutnya, tim akan membandingkan kehidupan laut di Palung Cayman dengan organisme yang ditemukan di laut dalam lubang angin lain. Mereka juga akan mempelajari kimia air super-panas dan geologi bawah gunung berapi di mana sistem ventilasi ditemukan.



READ MORE - HOT NEWS : LUBANG ANGIN TERDALAM DI DUNIA.......!!!!!!!

Jumat, 09 April 2010

Gletser Antartika yang berdarah !

Gletser Antartika yang berdarah !Belakangan ini, panorama gletser darah muncul lagi di sebuah lokasi Benua Antartika. Fenomena tersebut terletak di Mc Murdo Dry Valleys yang terkenal sebagai wilayah mahaluas tanpa es, salah satu wilayah paling unik di Benua Antartika.

Lembah dimaksud, meski berlokasi di kutub selatan, selamanya jarang terdapat lapisan es karena angin yang menyapu ke arah lembah dengan kecepatan (badai) 320 km per jam mampu merenggut seluruh kelembaban.

Ketika seseorang berjalan sendiri menapaki lembah itu, setelah melalui bangkai pinguin dan hewan-hewan lainnya, akhirnya bisa menyaksikan sebuah gletser “darah”.

Konon, gletser berdarah itu ditemukan oleh tim ekspedisi Robert Scott tahun 1911, belakangan terbukti diakibatkan oleh pengoksidasian zat besi.

Dikabarkan, setiap jangka waktu tertentu, gletser bisa menyemburkan cairan jernih yang kaya dengan zat besi yang kemudian dengan segera terjadi oksidasi menjadi berwarna merah tua yang menggiriskan.

Discover Magazine menyebutkan, cairan tersebut bersumber dari danau air asin yang kaya kandungan garam di kedalaman lapisan es 390 meter.

Penelitian terkini sudah menemukan bahwa terdapat bakteri di dalam situasi sedemikian sulit yang hidupnya mengandalkan senyawa zat belerang dan besi.

Menurut peneliti, semenjak gletser lahir dari danau, menciptakan lingkungan ekologi yang sedemikian dingin, gelap, dan tanpa oksigen, kelompok bakteri semacam itu sudah terisolasi selama 150 juta tahun.

Selain itu, para ilmuwan juga beranggapan, di gletser berdarah yang dihasilkan oleh bakteri tersebut kemungkinan terdapat makhluk hidup luar angkasa yang hidup di tata surya kita. Misalkan di bawah lapisan es kedua kutub Planet Mars dan (sebuah bulan milik) Jupiter kemungkinan juga terdapat kehidupan.
READ MORE - Gletser Antartika yang berdarah !

Sabtu, 20 Maret 2010

5 Gunung Api Terdahsyat Di Dunia

1. Gunung Krakatau
Krakatau merupakan sebuah gunung vulkanik yang terletak di antara Pulau Jawa dan Sumatra (Indonesia) dikenal karena letusannya di tahun 1883 yang setara dengan 200 megaton TNT, atau melebihi 13.000 kali bom atom yang menghantam Hiroshima selama Perang Dunia II dan korban dari bencana ini sudah lebih dari 100.000 jiwa.
2. Gunung Tambora

Tambora
Gunung Tambora salah satu gunung berapi paling mematikan dunia, meletus tahun 1815 menelan korban kurang lebih 10.000 jiwa, efek dari letusannya konon bisa dilihat dari London dan beberapa sumber mengatakan lebih dari 80.000 orang meninggal karenanya.
3. Gunung Pelee

Gunung Pelee
Gunung Pelee terletak di Perancis diwilayah Martinique, terkenal karena letusannya pada tahun 1902, diperkirakan menelan korban lebih dari 30.000 orang dan menghancurkan Santo Pierre dikota Martinique.
4. Gunung Nevado del Ruiz

Nevado del Ruiz
Gunung Nevado del Ruiz terletak sekitar 129 kilometer barat Bogota Kolombia, meletus pada tahun 1985 menyebabkan kematian 23.000 jiwa, menghancurkan kota Armero dan peristiwa ini dikenal sebagai “Armero Tragedi
5. Gunung St Helens

Gunung St Helens
Gunung St Helens terletak di Washington dan termasuk gunung paling mematikan lainnya, letusannya pada tahun 1980 menewaskan 57 orang dan menurut perkiraan karena letusan gunung berapi ini amerika menderita kerugian sebesar 3 Milyar US.
READ MORE - 5 Gunung Api Terdahsyat Di Dunia

Sabtu, 06 Maret 2010

Lapan: Badai Matahari Terjadi Antara 2012-2015

Film fiksi ilmiah '2012' yang menceritakan tentang terjadinya badai matahari (flare) bukan isapan jempol belaka. Flare diperkirakan akan terjadi antara tahun 2012-2015. Namun, tak serta merta hal itu melenyapkan peradaban dunia.
"Lapan memperkirakan puncak aktivitas matahari akan terjadi antara 2012 hingga 2015. Pada puncak siklusnya, aktivitas matahari akan tinggi dan terjadi badai matahari," ujar Kabag Humas Lapan Elly Kuntjahyowati dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (4/3/2010).
Flare tersebut, imbuhnya, merupakan salah satu aktivitas matahari selain medan magnet, bintik matahari, lontaran massa korona, angin surya dan partikel energetik. Ledakan-ledakan matahari itu, bisa sampai ke bumi. Namun, flare yang diperkirakan akan terjadi itu tak akan langsung membuat dunia hancur.
"Masyarakat banyak yang menghubungkan antara badai matahari dengan isu kiamat 2012 dari ramalan Suku Maya. Ternyata dari hasil pengamatan Lapan, badai matahari tidak akan langsung menghancurkan peradaban dunia," imbuhnya.
Efek badai tersebut, lanjut dia, yang paling utama berdampak pada teknologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio. Satelit dapat kehilangan kendali dan komunikasi radio akan terputus.
"Efek lainnya, aktivitas matahari berkontribusi pada perubahan iklim. Ketika aktivitas matahari meningkat maka matahari akan memanas. Akibatnya suhu bumi meningkat dan iklim akan berubah," jelas Elly.
Partikel-partikel matahari yang menembus lapisan atmosfer bumi akan mempengaruhi cuaca dan iklim. Dampak ekstremnya, bisa menyebabkan kemarau panjang. Namun hal ini masih dikaji oleh para peneliti.
Lapan pun berniat mensosialisasikan dampak aktivitas matahari ini ke masyarakat. Sosialisasi Fenomena Cuaca Antariksa 2012-2015 pun akan digelar di Gedung Pasca Sarjana lantai 3, Universitas Udayana, Jl Jenderal Sudirman, Denpasar, Bali pada 9 Maret 2010 pukul 11.00 Wita.
READ MORE - Lapan: Badai Matahari Terjadi Antara 2012-2015

Kamis, 18 Februari 2010

Bukti Keberadaan Air di Permukaan Bulan

Data baru dari wahana Deep Impact dan Moon Mineralogy Mapper (M3), instrumen yang dibawa oleh wahana milik India yang baru saja menghakhiri misinya di Bulan, Chandrayaan-1, untuk pertama kalinya menyajikan bukti yang jelas bahwa air ternyata eksis di permukaan Bulan.
“Observasi oleh wahana Deep Impat terhadap permukaan bulan tidak hanya tegas-tegas mengkonfirmasi keberadaan OH/H2O di permukaan bulan, melainkan juga mengungkap bahwa keseluruhan permukaan bulan terbasahi setidaknya pada sebagian sisi permukaan bulan yang mengalami siang hari,” demikian tulis Jessica Sunshine, astronom dari University of Maryland yang juga penulis utama dari paper mengenai data dari wahana Deep Impact yang diterbitkan pada jurnal Science pada 24 September lalu.
Sejumlah kecil air menghasilkan kegembiraan besar. “Menemukan air di bulan di siang hari adalah kejutan besar, bahkan apabila hanya sedikit air dan hanya dalam bentuk molekul yang menempel di tanah,” jelas Sunshine. Pandangan ilmiah selama ini menyatakan bahwa kemungkinan tidak ada air di permukaan Bulan, dan sekalipun ada, hanya dapat ditemui di kawah yang berbayang dan dingin secara permanen di kutub bulan.
“Dalam data dari Deep Impact, kita pada dasarnya menyaksikan molekul air membentuk dan kemudian menghilang tepat di depan mata kita,” kata Sunshine, yang mengatakan reaksi pertamanya terhadap data M3 adalah skeptis.
“Kami tidak yakin bagaimana hal ini terjadi,” katanya, “tapi temuan kami menunjukkan sebuah siklus yang didorong oleh matahari dimana lapisan air yang hanya setebal beberapa molekul membentuk, menghilang dan kembali membentuk setiap hari di permukaan bulan. Kami berpendapat bahwa ion hidrogen dari matahari yang dibawa oleh angin matahari ke Bulan telah berinteraksi dengan mineral yang kaya oksigen dalam tanah bulan untuk menghasilkan molekul air [H2O] dan hidroksil [OH] yang ditunjukkan secara meyakinkan melalui analisa spektral. Dalam sebuah siklus yang terjadi seluruhnya di siang hari, air ini terbentuk di pagi hari, secara substansial hilang pada tengah hari, dan kembali terbentuk saat permukaan bulan mendingin menjelang malam hari.
“Jika hal ini benar, maka hidrasi melalui angin surya diperkirakan akan terjadi di seluruh Tata Surya bagian dalam pada semua objek hampa udara dengan mineral yang mengikat oksigen pada permukaannya,” kata Sunshine.
“Dalam konteks sains Bulan, ini adalah penemuan besar,” tegas Paul G. Lucey, seorang ilmuwan planet dari University of Hawaii dalam sebuah artikel yang dimuat di  harian Los Angeles Times.
“Tidak ada bukti

yang dapat diterima bahwa terdapat air di permukaan bulan, [tapi] kini telah ditunjukkan bahwa hal itu dengan mudah dapat dideteksi melalui metode yang sangat sensitif. Sebagai ilmuwan yang mempelajari bulan, saat saya membaca tentang ini, saya merasa sangat senang,” jelas Lucey, yang tidak terlibat dalam riset tersebut.
Walaupun instrumen M3 dan tim sainsnya telah membuat penemua awal mengenai keberadaan air di sejumlah area di permukaan Bulan, Sunshine dan para co-author dari paper Deep Impact menyatakan bahwa bukti konklusif dari penemuan air, pemahaman bahwa itu adalah fenomena yang terjadi di seluruh permukaan, dan pengetahuan bahwa itu adalah proses yang bergantung pada suhu hanya dimungkinkan berkat data yang dikumpulkan oleh wahana Deep Impat dalam misi lanjutannya saat ini (dengan nama Extrasolar Planet Observation and Deep Impact Extended Investigation, EPOXI).
Deep Impact tidak didesain untuk mempelajari Bulan, namun untuk misi yang terkenal pada 2005, dimana wahana ini berhasil melubangi permukaan komet Tempel 1 untuk mencari tahu apa yang ada didalamnya. Data mengenai air di permukaan bulan diambil sebagai bagian dari kesempatan melakukan kalibrasi pada perlintasan dengan Bumi dan Bulan yang terjadi pada Juni 2009 dan Desember 2007 guna mendapatkan dorongan gravitasi untuk mencapai komet kedua dalam misinya, Hartley 2, yang akan dicapainya pada November 2010 mendatang.
“Tanpa rentang spektral dari instrumen Deep Impact, penemuan air di permukaan oleh M3 tidak akan sampai sedemikian definitif, dan karena wahana Deep Impact melakukan observasi pada waktu-waktu yang berbeda dari siang hari di Bulan, efek dari temperatur menjadi lebih jelas terlihat,” jelas Sunshine.
Astronom dari University of Maryland, Michael A’Hearn, pimpinan tim sains Deep Impact dan EPOXI, dan salah satu dari empat co-author Sunshine menyatakan, “Saya pikir, adalah sangat hebat bahwa wahana Deep Impact, yang pernah menjadi yang pertama mendeteksi es pada inti sebuah komet, kini mendemonstrasikan eksistensi keberadaan air di Bulan.”
“Wahana dan instrumen yang hebat ini terus membuat penemuan yang penting dan tak terduga, lama setelah misi utamanya selesai,” lanjutnya.
READ MORE - Bukti Keberadaan Air di Permukaan Bulan

Jumat, 12 Februari 2010

Top 10 Negara dengan Pembunuhan Tertinggi

1. Elsalvador
Pertumbuhan rata-rata per 100.000 jiwa adalah  58,07.  wah...wah...coba kalikan dengan 1 juta penduduk. Elsalvador merupakan negara kecil yang terdapat di amerika tengah. Tidak salah negara ini menempati nomor satu dunia. kondisi negara yang masih carut marut merupakan salah satu penyebab tingginya angka pembunuhan di negara latin itu.

2. Belize
Pertumbuhan rata-rata per 100.000 jiwa adalah 32,67. Belize adalah sebuah negara kecil di pesisir timur Amerika Tengah, berbatasan dengan Meksiko di sebelah barat laut dan Guatemala di barat dan selatan. Honduras terletak 75 km ke arah tenggara. Dalam bahasa Spanyol, Belize seringkali disebut Belice. Dahulu disebut Honduras Britania hingga 1973, Belize adalah bekas jajahan Britania Raya selama lebih dari satu abad. Nama "Belize" diambil dari Sungai Belize. Sama dengan tetangganya Elsalvador, perekonomian yang masih sangat lemah menyebabkan tingginya angka pembunuhan di negara kecil itu.

3. Ekuador
Pertumbuhan rata-rata per 100.000 jiwa adalah 18,07. Republik Ekuador adalah sebuah negara di Amerika Selatan bagian barat laut, berbatasan dengan Kolombia di utara, dengan Peru di timur dan selatan, dan dengan Samudra Pasifik di barat. Negara ini juga termasuk Kepulauan Galapagos (Nusantara Colón) di Pasifik, sekitar 965 km sebelah barat pulau utama. Ekuador terletak pada khatulistiwa (Ecuador adalah bahasa Spanyol untuk "khatulistiwa") dan mempunyai wilayah sebesar 272.045 km². Quito adalah ibu kota Ekuador. Republik Ekuador merupakan salah satu dari tiga negara yang muncul dari jatuhnya Gran Colombia pada 1830 (lainnya adalah Kolombia dan Venezuela). Tak heran negara ini masuk dalam negara dengan pembunuhan tertinggi di dunia. sama halnya dengan negara latin lainnya, perekonomian, pemerintahan yang labil, banyaknya aksi demonstrasi anarkis, dan lain sebagainya.

4. Republik Dominika
Lagi-lagi dari amerika latin. Negara yang sangat asing bagi kita ini memiliki Pertumbuhan rata-rata per 100.000 jiwa adalah 15,99. Republik Dominika adalah sebuah negara kepulauan yang menguasai 2/3 Hispaniola, pulau terbesar kedua di gugusan kepulauan Laut Karibia, Amerika Tengah. Sepertiga bagian lainnya merupakan milik Haiti. Luas wilayah Republik Dominika lebih kurang sama dengan Provinsi Jawa Timur. Pulau ini ditemukan oleh Christopher Columbus pada 1492. Columbus memberi nama pulau ini 'la Espanola' dan putranya Diego menjadi raja muda pertama negeri tersebut. Santo Domingo, ibu kota negara ini, ialah permukiman pertama bangsa-bangsa Eropa di belahan barat bumi.

5. Paraguay
Masih amerika latin.  Pertumbuhan rata-rata per 100.000 jiwa adalah 12,33. negara yang tak mempunyai garis pantai dan memisahkan argentina dengan Brasil ini masih digolongkan kedalam negara miskin. salah satu penyebab tinnginya tingkat pembunuhan adalah fanatisme yang berlebihan antar warga negara itu. Juga kekuasaan pemerintah yang masih lemah. Hal yang lazim kita lihat pada kebanyakan negara latin.

6. Mongolia
Wakil terdepan dari asia. Pertumbuhan rata-rata per 100.000 jiwa adalah 11,94. Mongolia (bahasa Mongol: Монгол Улс) adalah sebuah negara yang terkurung daratan di Asia Timur, berbatasan dengan Rusia di sebelah utara dan Republik Rakyat Cina di selatan. Mongolia merupakan pusat Kekaisaran Mongol pada abad ke-13, tetapi dikuasai oleh Dinasti Qing sejak akhir abad ke-17 hingga sebuah pemerintah merdeka dibentuk dengan bantuan Uni Soviet pada 1921. Setelah keruntuhan Uni Soviet, Mongolia menganut aliran demokrasi. Dengan luas wilayah yang sebanding dengan Alaska, sebagian besar wilayah Mongolia memiliki tanah yang gersang: kebanyakan wilayah berupa padang rumput, dengan pegunungan di bagian barat dan utara dan Gurun Gobi di selatan. Mayoritas penduduknya beretnis Mongol yang menganut agama Buddha Tibet dengan kehidupan nomad.

7. Kazakhstan
Pertumbuhan rata-rata per 100.000 jiwa adalah 11,29. Kazakhstan adalah negara pecahan Uni Soviet yang terbesar kedua setelah Rusia. Di negara ini banyak terdapat etnis Rusia. Tempat peluncuran roket luar angkasa Rusia, Baikonur, juga terletak di Kazakhstan. Kazakhstan berbatasan dengan Rusia, Republik Rakyat Cina, Kirgizstan, Uzbekistan, Turkmenistan, dan Laut Kaspia. Negara asia tengah ini memiliki daerah kosong yang banyak.

8. Panama
Masih dari wilayah amerika latin. Pertumbuhan rata-rata per 100.000 jiwa adalah 11,04. Panama adalah negara sempalan Kolombia. Negara ini merupakan negara paling selatan Amerika Tengah dan merupakan jembatan alami antara benua Amerika Utara dan Amerika Selatan. Dia berbatasan dengan Kosta Rika di sebelah barat dan Kolombia di timur. Negara ini dilintasi oleh Terusan Panama.

9. Meksiko

Meksiko melengkapi dominasi negara amerika latin dalam hal tingkat pembunuhan. Pertumbuhan rata-rata per 100.000 jiwa adalah 10,97. adalah sebuah negara yang terletak di Amerika Utara, berbatasan dengan Amerika Serikat, Guatemala dan Belize di sebelah tenggara, Samudra Pasifik di barat, dan Teluk Meksiko dan Laut Karibia di sebelah timur. Ia merupakan negara terbesar ketiga di Amerika Latin dan juga negara yang paling banyak berbahasa Spanyol. Nama negara ini diambil dari nama ibu kotanya, yang berasal dari nama ibu kota kuno Aztec yaitu Mexico-Tenochtitlan. Mexi ialah sebagian nama Mexitli, yaitu nama dewa perang, sedangkan co bermakna 'tempat' dan ca bererti 'orang'.
Sejak Perang Dunia II, negara ini telah mengubah tumpuan dari ekonomi berdasarkan pertanian kepada ekonomi pertambangan. Meksiko kaya dengan minyak bumi dan pada satu ketika merupakan negara terbesar ke-10 penghasil minyak bumi di dunia. Di samping itu, negara ini merupakan pengekspor perak yang terpenting di dunia. Antara dasawarsa 1940-an dan 1980-an negara ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat tetapi ia ambruk akibat pinjaman yang berlebihan. Pada tahun 1980-an, negara ini dilanda inflasi. Tetapi ia kembali pulih pada 1990, saat menyertai NAFTA. Kini, pemerintah Meksiko yang baru telah mengalihkan tumpuan dari minyak bumi kepada industri ringan dan ekspor pula. Selain itu, sektor pariwisata telah menjadi sumber ekonomi yang semakin penting. Jumlah penduduk yang padat di kota-kota besar menyebabkan banyaknya timbul kemisiskinan. Hal klasik kalau kita bandingkan dengan Jakarta.


10. Kyrgyzstan
Negara terakhir yang masuk daftar 10 besar. Pertumbuhan rata-rata per 100.000 jiwa adalah 8,48. Kirgizstan ialah negara kecil, miskin, bergunung dengan ekonomi utamanya pertanian. Gandum, kentang, gula bit, kapas, wol, tembakau, buah, daging sapi dan daging domba merupakan produk pertanian yang utama, dengan kapas, wol dan daging ekspor utama. Ekspor industri termasuk emas, merkuri, uranium, dan listrik. Kirgizstan telah merupakan salah satu negara paling progresif dari bekas Uni Soviet dalam melaksanakan reformasi pasar. Menyusul kesuksesan program stabilisasi, yang menurunkan inflasi dari 88% pada 1994 menjadi 15% pada 1997, perhatian telah sejak saat itu berbalik terhadap perkembangan yang menimbulkan semangat. Banyak saham perusahaan pemerintah telah terjual. Penurunan dalam produksi telah menjadi keras sejak ambruknya Uni Soviet pada Desember 1991, namun dari pertengahan 1995 produksi mulai pulih dan ekspor mulai bertambah. Pensiunan, pengangguran, dan pekerja pemerintah dengan tunggakan pajak terus diderita. Bantuan luar negeri memainkan peran besar dalam perubahan haluan ekonomi negara. Pemerintah telah mengambil serangkaian langkah untuk memberantas berbagai masalah berat seperti utang luar negeri yang berlebihan, inflasi, pungutan pajak yang tak cukup, dan jatuhan dari kekacauan ekonomi Rusia. Kirgizstan telah menikmati perkembangan tegap tiap tahun sejak 1999.

KESIMPULAN : 
Dari 10 daftar diatas dapat dianalisis bahwa kawasan amerika latin dan asia tengah merupakan kawasan yang mempunyai tingkat pembunuhan tertinngi bila dibandingkan dengan kawasan lain. lalu bagaimana dengan Indonesia?..........silahkan anda cari sendiri
READ MORE - Top 10 Negara dengan Pembunuhan Tertinggi

Sabtu, 30 Januari 2010



FOTO-FOTO KKL MUARA LABUH

READ MORE -