TRANSLATE

Selasa, 02 Februari 2010

Anugerah Doktor Kehormatan UI untuk BJ Habibie.

Civitas academica Universitas Indonesia bertempat di kampus Depok pada hari Sabtu 31 JAN 2010 melaksanakan acara penganugerahan gelar kehormatan “Doctor Honoris Causa” untuk bidang filsafat teknologi bagi BJ Habibie.
Rektor UI Prof. Dr. Gumilar R. Somantri dalam pidato sambutannya menyatakan bahwa Habibie telah mengembangkan pemikiran hubungan monologis manusia dengan alam secara konsisten dan setia dengan menganut 3 (tiga) prinsip hubungan diantara keduanya, yaitu: tidak bebas nilai, kebertautan antara teknologi dan kebudayaan, dan kesiapan infrastruktur bagi teknologi. Sementara BJ Habibie dalam pidatonya mengatakan penganugerahan gelar kehormatan ini menunjukkan bahwa UI tidak menjadikan filsafat sebagai disiplin ilmu yang mengawang semata, namun filsafat dan teknologi bersinergi hingga keduanya mempengaruhi kualitas moral, etika, budaya, dan peradaban manusia.

BJ Habibie menjadi Presiden RI ketiga saat Reformasi 1998 setelah sebelumnya menyandang jabatan Menteri Riset dan Teknologi selama lebih dari 2 (dua) dekade. Ia sesungguhnya lebih terpandang sebagai sosok ilmuwan terkemuka lulusan Universitas Aachen di Jerman dengan gelar “Doktor Ingenieur” dengan klasifikasi “Summa cum laude” pada tahun 1965.
Gelar Doktor Kehormatan pun sebelumnya pernah dianugerahkan baik dari institusi universitas dalam negeri yakni ITB (2006); maupun universitas luar negeri yakni Doctor of Science dari Cranfield Institute of Technology, Inggris (1993).
Habibie setidaknya telah menyandang anugerah 20 Penghargaan Internasional & 15 penghargaan bertaraf Nasional untuk Ilmu Pengetahuan a.l:
- Anggota Kehormatan “Gesselschaft fur Luft und Raumfarhr” , Jerman.
- Anggota kehormatan The Royal Aeronautical Society, Inggris (1983)
- Anggota / Fellow majelis Royal Swedish for ENgineering Sciences (1985)
- Anugerah Sains yg sangat prestisius Theodore van Karman Award di Jerman (1992)
- “Grand Officer de Legion Dhonneur”, Prancis (1997)

Pada kesempatan acara AIPI : Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia yang berlangsung seminggu yl bertempat di Gedung DRN Puspiptek Serpong, Presiden RI Yudhoyono dalam pidato sambutan acara tanpa ragu sempat menyebutkan nama BJ Habibie sebagai Bapak Teknologi Nasional atas jasa-jasanya yang luar biasa dalam pengembangan Iptek di Indonesia.
Atas inisiatifnya pula melalui aktivitas Yayasan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang digagas BJ Habibie maka dunia Sains di tanah air sejak tahun 1999 hingga sekarang dapat mengenyam keberadaan anugerah penghargaan berhadiah sejumlah uang (total AS $ 25.000) “Habibie Award” bagi Ilmuwan berprestasi disamping pemberian sejumlah beasiswa untuk studi bidang Sains dan Iptek.


Sumber: Portal Iptek

0 komentar:

Poskan Komentar