TRANSLATE

Kamis, 04 Februari 2010

Penemuan mesin berwudhu otomatis yang hemat air

Setiap tahun sepanjang musim Haji di negeri Arab Saudi berhimpun sejumlah 2 juta jemaah haji dari seluruh penjuru dunia yang khusus untuk keperluan berwudhu menggunakan hingga 50 juta liter air per hari. Sungguh merupakan idea yang bagus apabila ada suatu penemuan perangkat hasil pemikiran upaya untuk menghemat air untuk aktivitas wudhu umat muslim yang di seluruh dunia kini berjumlah 1.7 milyar orang terlebih untuk penggunaannya di padang yang gersang dan langka akan sumber mata air, seperti di negeri-negeri Arab di Timur Tengah dan di sejumlah negeri di Afrika.

Adalah perusahaan AACE Technologies dari Malaysia yang akhir Jan yl mendemonstrasikan sebuah mesin untuk berwudhu dengan pengaturan keran air dengan kelengkapan seperangkat sensor otomatis yang dapat menghemat penggunaan air. Alat ini pun bahkan dilengkapi perangkat tata audio yang dapat disetel untuk dapat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran.
Anthony Gomez selaku sosok pebisnis AACE Technologies dalam menerangkan penemuannya mengungkapkan bahwa dengan alat ini air yang dipergunakan untuk berwudhu hanya menggunakan cukup 1,3 liter air yang diyakininya berarti hemat air jika dibandingan cara lazim yang terjadi dan dilakukan kebanyakan orang selagi berwudhu sering kali tanpa sadar menghamburkan air dengan membiarkan keran air mengalir tanpa terkontrol selama beberapa menit. Dan diungkapkan bahwa motivasi penemuan perangkat ini memang adalah upaya penghematan air yang ingin diterapkan khususnya dalam aktivitas berwudhu mensucikan diri sebelum sembahyang 5 (lima) kali setiap hari sebagai kewajiban ibadah setiap umat Islam.
Ditargetkan bahwa alat ini dapat dipakai untuk tempat berwudhu di bangunan perkantoran, mesjid di kota-kota besar, dll. Dikatakan salah satu pihak yang tertarik untuk menggunakan yaitu Pemerintah Gulf City of Dubai yang memesan mesin wudhu otomatis ini untuk diinstalasikan pada tahun 2010 sebagai fasilitas ayanan kenyamanan pengunjung dalam ruangan bangunan bandara di negeri Uni Emirat Arab yang terhitung langka dalam sumber daya air.

Mengingat tingginya jumlah umat Islam di segenap penjuru dunia dan kondisi semakin tingginya tingkat kesadaran seluruh penduduk dunia akan ketersediaan dan kelestarian sumber daya air, maka alat mesin berwudhu buatan Malaysia ini sepantasnya menjadi penemuan yang pantas untuk diperhitungkan untuk memperoleh prospek pemasaran bisnis dengan nilai jual yang tinggi disamping potensi nilai tambah lain sebagai perangkat sanitasi lingkungan yang berorientasi ramah lingkungan.
Pantas diingat bagaimana sesosok ilmuwan ahli sanitasi lingkungan dari India yaitu Dr. Bindeshwar Pathak yang memperoleh anugerah penghargaan prestisius “The 2009 Stockholm Water Prize” atas upayanya merekayasa suatu perangkat model jamban kakus ---sanitari kloset “Sulabh” yang hemat air dan anti polusi--- yang terpakai meluas di kalangan masyarakat miskin dengan harga yang relatif terjangkau.

0 komentar:

Poskan Komentar